Yogyakarta — Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta mencatatkan prestasi nasional dengan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori "Karakter Animasi dan Game Terbanyak Karya Mahasiswa dari Satu Perguruan Tinggi" sebanyak 1.541 karakter. Pengukuhan rekor tersebut berlangsung bersamaan dengan prosesi wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I Tahun Akademik 2026/2027, yang digelar pada 9 September 2026 di Auditorium STMM.
Momentum wisuda dan peringatan Dies Natalis
Prosesi wisuda dihadiri 188 wisudawan dan wisudawati. Dalam kesempatan itu, Ketua STMM, Dr. H. R.M. Agung Harimurti, M.Kom., menyampaikan ucapan selamat serta mengapresiasi kerja sama antara wisudawan, orang tua, dosen, dan tenaga kependidikan yang mendukung kelulusan para peserta didik.
Rekor ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis STMM ke-41. Target awal pencatatan karya semula ditetapkan sebanyak 1.441 desain, namun jumlah karya yang berhasil dikumpulkan melampaui target menjadi 1.541 desain karakter.
Buku sebagai bentuk dokumentasi karya
Sebagai media dokumentasi dan publikasi, Sekolah Tinggi Multi Media menerbitkan buku Desain Karakter Animasi dan Game yang disusun serta dilayout oleh dosen Program Studi Animasi, Atmaja Septa Miyosa. Proses penyusunan buku dimulai pada awal Juni 2026 dan rampung pada awal September 2026.
"Melalui pemecahan rekor tersebut, STMM ingin menunjukkan Program Studi Animasi dan Teknologi Permainan berhasil merawat karya mahasiswa, menyusun, dan menyajikannya dalam publikasi berbentuk buku. Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh rekognisi sebagai Kampus 1000 IP (intellectual property),"
Piagam MURI diserahkan oleh Ari Andriani, Senior Representative atau Kepala MURI Semarang, yang kemudian diterima oleh Ketua STMM, Agung. Setelah penyerahan piagam, dilanjutkan dengan pengalungan medali kepada Ketua Program Studi Animasi, Atmaja Septa Miyosa.
Asal karya dan cakupan mahasiswa
Jumlah karya yang direkam dalam rekor tersebut bersumber dari 416 mahasiswa Program Studi Animasi dan Teknologi Permainan yang pernah mengikuti mata kuliah Desain Karakter pada rentang tahun akademik 2021 hingga 2026. Koleksi karya ini menjadi bank desain yang menunjukkan intensitas pengajaran dan praktik kreatif di program studi terkait.
Dampak terhadap lulusan dan branding kampus
Dari 188 wisudawan dan wisudawati pada periode tersebut, sebanyak 27 orang atau sekitar 14,36 persen telah terserap di berbagai industri, dunia kerja, maupun berwirausaha. Angka penyerapan ini menjadi salah satu indikator awal keterkaitan program studi dengan ekosistem industri kreatif digital.
STMM menyatakan bahwa pemecahan rekor ini diharapkan dapat meningkatkan branding institusi sebagai kampus yang menghasilkan talenta digital unggul dan karya yang bernilai hak kekayaan intelektual. Upaya tersebut selaras dengan target memperoleh pengakuan sebagai "Kampus 1000 IP".
Signifikansi bagi industri kreatif di Yogyakarta
Rekor MURI yang menonjolkan jumlah karya mahasiswa bukan hanya pencapaian administratif; secara praktis, dokumentasi desain karakter dalam jumlah besar dapat menjadi sumber daya bagi industri animasi, permainan, dan media digital. Dengan adanya buku dan katalog karya, pihak industri memiliki titik masuk untuk menjajaki kolaborasi, rekrutmen, atau lisensi desain.
Pengelolaan arsip karya akademik semacam ini juga memberi nilai tambah bagi mahasiswa yang membutuhkan portofolio untuk memasuki pasar kerja kreatif yang semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rangkuman data kunci
| Aspek | Angka |
|---|---|
| Total desain karakter | 1.541 |
| Jumlah mahasiswa kontributor | 416 |
| Jumlah wisudawan/wisudawati | 188 |
| Lulusan terserap kerja/wirausaha | 27 (14,36%) |
| Periode pengumpulan buku | Juni—Awal September 2026 |
Rekor ini menjadi catatan baru bagi dunia pendidikan kreatif di Yogyakarta, sekaligus menegaskan peran institusi pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia bagi industri animasi dan permainan. Ke depan, rekognisi seperti MURI diharapkan tidak hanya bersifat penghargaan simbolik, melainkan mendorong keberlanjutan kerja sama antara kampus dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem kreativitas lokal.
Sekar Ayuningtyas, Koresponden Daerah - DI Yogyakarta