Pandeglang — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten meningkatkan operasi pencarian di perairan Selat Sunda dengan menerjunkan helikopter dan memperkuat dukungan udara serta pengamatan menggunakan drone. Langkah ini dilakukan menyusul hilangnya kontak sejumlah jurnalis saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Helikopter diterbangkan dari Lanud ATS untuk perkuat pencarian
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyatakan helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 diterbangkan sebagai bagian dari upaya penguatan pencarian. Helikopter membawa tujuh personel dan berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB, dengan rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran – Pantai Carita – BPBD Banten – Helipad/JIExpo Kemayoran, dan direncanakan tiba di JIExpo pada pukul 12.52 WIB.
Al Amrad menjelaskan dukungan udara diharapkan memperluas jangkauan pengamatan di area operasi SAR, khususnya wilayah perairan sekitar Anak Krakatau yang memiliki dinamika cuaca dan kondisi vulkanik yang perlu diantisipasi.
"Helikopter HR-3604 berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB... langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara,"
Peralatan dan strategi pencarian
Selain helikopter, tim SAR gabungan menyiagakan drone yang ditempatkan di atas kapal untuk memaksimalkan jangkauan visual. Tim menyatakan akan terus mengoptimalkan kombinasi sarana dan metode pencarian.
- Helikopter: Dauphin AS365 N3+ (registrasi HR-3604), membawa tujuh personel.
- Drone: disiagakan di atas kapal untuk perluasan jangkauan visual.
- Perluasan sektor pencarian: hingga mendekati tepi Gunung Anak Krakatau bila kondisi aman.
Dalam pelaksanaan operasi, tim SAR tetap mewaspadai faktor meteorologi laut, termasuk pergerakan arah angin yang dinamis di sekitar Selat Sunda. Kondisi ini berpengaruh terhadap efektivitas pemantauan udara dan pelayaran operasi pencarian.
Status korban dan pendekatan keselamatan
Al Amrad menyebut operasi ditujukan untuk menemukan orang-orang yang masih dalam pencarian. Dalam keterangan yang dipublikasikan, terdapat rujukan jumlah yang berbeda: awal pemberitaan menyebutkan hilangnya lima jurnalis, sementara pernyataan lain menyebut upaya untuk menemukan delapan orang yang masih menjadi sasaran pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan verifikasi kondisi di lapangan dan memperluas penyisiran sesuai perkembangan.
Sehubungan dengan aktivitas vulkanik Anak Krakatau, Al Amrad menegaskan bahwa upaya masuk ke wilayah yang lebih dekat dengan gunung hanya akan dilakukan bila dinilai aman, dengan prioritas utama pada aspek keselamatan personel SAR dan korban.
Koordinasi antarlembaga dan langkah selanjutnya
Operasi berjalan sebagai kerja sama unsur SAR gabungan yang melibatkan kantor SAR daerah, unsur kepolisian, dan instansi terkait lainnya. Penggunaan helikopter dari Lanud ATS menunjukkan adanya dukungan lintas-lembaga untuk mempercepat proses pencarian dan menambah kemampuan pengawasan udara.
Tim SAR juga akan terus memantau perkembangan cuaca dan aktivitas vulkanik sebagai dasar penentuan taktik pencarian. Perluasan penyisiran ke perairan dekat tepi Anak Krakatau dipertimbangkan dengan langkah-langkah antisipatif demi keselamatan.
Publik diminta tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan menghindari area operasi demi kelancaran upaya pencarian. WE NEWS akan terus memantau dan memperbarui perkembangan operasi SAR ini seiring informasi baru yang diverifikasi oleh pihak berwenang.
Peliputan: Azmi Syamsul Ma'arif (ANTARA); Disusun ulang untuk pembaca Banten oleh tim redaksi WE NEWS.