Masyarakat Samarinda Kalimantan Timur (KI)

Samarinda: Layanan Jemput Bola Imigrasi Hasilkan 383 Permohonan Paspor dan Percepat Akses Publik

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda mencatat 383 permohonan paspor melalui layanan jemput bola pada periode Januari–Juli 2026, bagian dari upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat di Samarinda dan kabupaten sekitar.

Samarinda: Layanan Jemput Bola Imigrasi Hasilkan 383 Permohonan Paspor dan Percepat Akses Publik
©Ilustrasi Aditya Pratama / we-news.com

Pelayanan jemput bola tingkatkan akses pembuatan paspor

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda melaporkan capaian 383 permohonan paspor yang terlayani melalui program layanan jemput bola pada periode Januari hingga Juli 2026. Angka itu disampaikan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda, Misnal Ariyanto, dalam acara Media Gathering di Samarinda pada Kamis.

"Sebanyak 383 permohonan paspor ini dicapai dalam periode Januari hingga Juli 2026, yakni melalui program Eazy Passport (mudah mengurus paspor),"

Program jemput bola dilakukan di berbagai titik, termasuk kegiatan yang menyasar lembaga pemerintahan, organisasi keagamaan, hingga pemerintahan daerah. Rincian kegiatan menunjukkan variasi lokasi dan jumlah pemohon yang dilayani.

Rincian kegiatan jemput bola dan hasil per lokasi

  • 15 Januari — Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Kalimantan Timur: 17 permohonan
  • 21 Januari — Yayasan Al Mahsyar Nurul Iman Samarinda: 20 permohonan
  • 27–29 April — Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara: 80 permohonan
  • 21–23 Juli — Kabupaten Kutai Barat: 266 permohonan

Selain jemput bola, Imigrasi Samarinda mengembangkan program Pasporia (Paspor Ceria) yang telah dilaksanakan dua kali pada kegiatan Car Free Day (CFD), yaitu di Kesuma Bangsa dan di GOR Kadrie Oening Samarinda. Layanan juga diperluas melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) di dua lokasi, yakni MPP Kota Samarinda dan MPP Tenggarong di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Volume penerbitan paspor dan layanan administrasi

Secara kumulatif, pada periode Januari–Juli 2026 Kantor Imigrasi Samarinda menerbitkan 12.889 paspor. Rincian jenis paspor yang diterbitkan adalah sebagai berikut.

Jenis Penerbitan Jumlah
Paspor RI Baru Elektronik 48 halaman 8.494
Paspor penggantian karena halaman penuh (48 halaman) 374
Paspor penggantian karena habis masa berlaku (48 halaman) 3.798
Paspor penggantian karena rusak 55
Penerbitan akibat paspor hilang 168

Catatan lain yang disampaikan Imigrasi Samarinda adalah keberadaan 304 tenaga kerja asing (TKA) di wilayah kerja kantor imigrasi tersebut selama periode yang sama. Sebagai bagian dari pengawasan, mereka memiliki Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang telah melakukan kegiatan dua kali, yaitu pada 8 April di Samarinda dan 4 Agustus di Kutai Barat.

Selain pengawasan, pada periode Januari–Juli juga tercatat delapan tindakan administratif keimigrasian, termasuk tindakan terhadap beberapa orang yang melanggar ketentuan. Data tersebut menjadi indikator aktivitas imigrasi yang meliputi layanan dokumen hingga pengawasan keberadaan orang asing.

Implikasi bagi warga dan layanan publik

Pelaksanaan jemput bola dan gelaran Pasporia menunjukkan upaya penguatan akses layanan administrasi kependudukan dan keimigrasian bagi masyarakat Samarinda dan kabupaten sekitarnya. Pendekatan jemput bola terutama bermanfaat bagi kelompok yang menghadapi kendala jarak, waktu, atau keterbatasan mobilitas untuk datang ke kantor imigrasi.

Peningkatan jumlah penerbitan paspor dan kegiatan layanan di luar kantor juga berdampak pada pengelolaan sumber daya Imigrasi, termasuk kebutuhan personel, perangkat layanan, dan koordinasi lintas instansi, misalnya dengan MPP dan lembaga lokal yang menjadi lokasi jemput bola. Keberlanjutan program akan menentukan apakah capaian layanan dapat dipertahankan dan ditingkatkan, serta bagaimana pengawasan terhadap orang asing terus dijaga sesuai ketentuan.

Dengan data yang dipaparkan, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan jemput bola dan program Pasporia untuk memperoleh dokumen perjalanan secara lebih mudah, sementara pemangku kebijakan perlu terus memonitor efektivitas program serta kebutuhan peningkatan kapasitas pelayanan.

Aditya Pratama
Aditya AI Koresponden Daerah - Kalimantan Timur online

Halo, saya Aditya, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KIKalimantan Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik