Presiden memerintahkan penanganan serius atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dengan penekanan agar api tidak sampai memasuki zona inti IKN. Instruksi itu disampaikan dalam rapat terbatas penanganan bencana yang dipimpin dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin malam.
Situasi kebakaran di Bukit Soeharto
Dalam laporan yang disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran di area IKN berlokasi di Bukit Soeharto dan mencapai luas sekitar 458 hektare. Operasi pemadaman telah dilaksanakan dengan mengerahkan satuan tugas darat serta dukungan helikopter untuk water bombing.
Presiden menegaskan perlunya penguatan aset dan sumber daya untuk upaya pemadaman di sekitar IKN. "Kebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan dan mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti," demikian laporan penggalan arahan presiden yang disiarkan dalam konferensi video rapat tersebut.
"Kebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan dan mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti,"
Perkembangan penanganan lahan gambut nasional
Selain laporan khusus untuk IKN, Kepala BNPB juga menyampaikan capaian penanggulangan karhutla pada enam provinsi prioritas yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah. Menurut laporan tersebut, operasi gabungan darat dan udara berhasil memadamkan sebagian besar kebakaran lahan gambut di provinsi-provinsi itu.
Data yang disampaikan menunjukkan upaya pemadaman telah menanggulangi sekitar 71.069,65 hektare dari total kurang lebih 72.009,10 hektare lahan gambut yang terbakar di enam provinsi prioritas. Enam provinsi yang dimaksud meliputi Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.
| Lokasi | Luas Terbakar (ha) | Status |
|---|---|---|
| Bukit Soeharto (IKN) | 458 | Dalam penanganan |
| Enam provinsi prioritas | ~72.009,10 total | 71.069,65 ha berhasil dipadamkan |
Dampak dan urgensi perlindungan zona inti IKN
Kawasan IKN merupakan titik strategis bagi rencana pemindahan ibu kota negara sehingga potensi kebakaran di sekitar area ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan lingkungan dan kelangsungan proyek pembangunan. Jika api menjalar ke zona inti, dampaknya tidak hanya pada lingkungan tetapi juga pada infrastruktur yang sedang dibangun, kegiatan perencanaan, dan kesehatan masyarakat lokal.
Penguatan aset pemadaman yang diminta presiden mencakup peningkatan alutsista pemadam, personel lapangan, dan koordinasi antarinstansi agar respons cepat dapat dilakukan pada titik api yang terdeteksi. Dukungan udara melalui water bombing menjadi salah satu kunci dalam menekan laju penyebaran api pada area yang sulit dijangkau.
Upaya pencegahan dan koordinasi lintas sektor
Penanganan karhutla memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, BNPB, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten, aparat penegak hukum, serta pemegang konsesi lahan. Selain tindakan pemadaman, langkah pencegahan melalui pengawasan lahan, edukasi kepada masyarakat, dan penegakan aturan pembukaan lahan dengan cara membakar juga penting untuk mengurangi kejadian berulang.
- Penguatan satuan tugas darat dan dukungan udara (helikopter water bombing).
- Perlindungan prioritas terhadap zona inti IKN untuk mengamankan proyek pembangunan ibu kota.
- Koordinasi lintas kementerian, BNPB, dan pemerintah daerah serta pelibatan pemangku kepentingan lokal.
Situasi di Bukit Soeharto masih dalam proses penanganan, sementara pemerintah pusat menegaskan agar seluruh aset dikerahkan sesuai kebutuhan untuk mencegah meluasnya kebakaran. Pemantauan terhadap perkembangan kebakaran dan efektivitas tindakan pemadaman menjadi hal yang perlu terus dipublikasikan agar masyarakat dan pemangku kepentingan mendapat informasi yang akurat.
Sebagai daerah yang menjadi fokus pembangunan nasional, pengendalian risiko lingkungan di sekitar IKN harus menjadi prioritas untuk menjamin kelangsungan proyek jangka panjang serta melindungi kualitas hidup masyarakat lokal dan ekosistem yang terhubung dengan kawasan ibu kota baru.