Padang — Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia melakukan kunjungan ke PT Semen Padang pada Kamis, 27 Agustus 2026, untuk meninjau penerapan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Indarung V. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat langsung implementasi konservasi energi di sektor industri sekaligus mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Tujuan kunjungan dan sambutan perusahaan
Kunjungan dipimpin oleh Anggota DEN Satya Widya Yudha dan didampingi Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan, Sumartono. Rombongan diterima oleh jajaran manajemen PT Semen Padang, antara lain Direktur Operasi Andria Delfa, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan Idris, serta Kepala Unit Tenaga & Utilitas Harri Kurniawan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dewan Energi Nasional ke PT Semen Padang, khususnya dalam rangka peninjauan WHRPG di Pabrik Indarung V,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Operasi Andria Delfa yang juga memaparkan bahwa penerapan WHRPG menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan meningkatkan efisiensi operasional.
Bagaimana WHRPG bekerja di Indarung V
Manajemen menjelaskan bahwa WHRPG memanfaatkan panas buang dari proses produksi untuk diubah menjadi listrik. Di Pabrik Indarung V, panas buang bersumber dari dua titik utama proses produksi: suspension preheater dan clinker cooler. Panas yang sebelumnya berpotensi hilang dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan listrik operasional pabrik.
- Sumber panas: suspension preheater dan clinker cooler.
- Tujuan: konversi panas buang menjadi listrik untuk operasional pabrik.
- Manfaat: peningkatan efisiensi energi dan pengurangan ketergantungan pada pasokan energi eksternal.
Makna kunjungan bagi pengembangan efisiensi energi
Kunjungan DEN ke fasilitas produksi PT Semen Padang dimaknai sebagai upaya memperkuat komunikasi antara regulator dan pelaku industri. Selain meninjau aspek teknis, pertemuan membuka ruang diskusi untuk kemungkinan kolaborasi dalam skema efisiensi energi di sektor semen dan industri berat lainnya.
Dalam konteks kebijakan nasional, implementasi teknologi seperti WHRPG relevan untuk mendukung target ketahanan energi melalui pengurangan pemborosan energi dan peningkatan penggunaan sumber energi yang lebih efisien. Bagi perusahaan, teknologi ini juga memberi keuntungan berupa efisiensi biaya operasional dan potensi pengurangan emisi akibat pemanfaatan kembali panas buang.
Rangkaian pertemuan dan pihak terkait
Selain peninjauan fasilitas, rombongan melakukan sesi pemaparan yang dipandu oleh manajemen PT Semen Padang. Pertemuan ini mempertemukan pemangku kepentingan pemerintah dan industri untuk berbagi informasi teknis serta pengalaman implementasi WHRPG.
| Pihak | Peran |
|---|---|
| Dewan Energi Nasional (Satya Widya Yudha) | Peninjau kebijakan dan teknologi energi |
| PT Semen Padang (Andria Delfa dkk.) | Penyelenggara dan penyaji implementasi WHRPG |
Bagi Padang sebagai kota industri, langkah pemanfaatan teknologi konservasi energi menandai upaya lokal yang sejalan dengan tujuan nasional. Peninjauan seperti ini dapat menjadi pintu bagi perluasan praktik efisiensi energi di pabrik-pabrik lain di Sumatera Barat, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam kontribusinya terhadap ketahanan energi Indonesia.
Ke depan, tindak lanjut yang diharapkan adalah pengembangan kerja sama teknis dan kebijakan antara regulator serta pelaku industri untuk mereplikasi praktik efisiensi serupa. Dengan semangat gotong-royong yang melekat dalam budaya Minang, upaya konservasi energi bukan hanya soal mesin, melainkan juga kebersamaan antar pihak untuk menjaga sumber daya bagi generasi yang akan datang.