Perkuatan Sudut Baca sebagai bagian dari program ESG
Yogyakarta — MORAZEN Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen pada pendidikan dasar lewat kegiatan peninjauan Sudut Baca dan penambahan koleksi di SDN 1 Temon Wetan, Kalurahan Kebonrejo, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari pembangunan Sudut Baca yang dilaksanakan pada Februari 2026, dan dilakukan dalam kerangka program Environmental, Social, and Governance (ESG) MORA Impact.
Peninjauan bertujuan untuk menilai pemanfaatan fasilitas Sudut Baca oleh siswa serta menentukan kebutuhan koleksi yang sesuai dengan minat dan jenjang usia siswa sekolah dasar. Dari lokasi sekolah yang berada di wilayah administrasi DI Yogyakarta ini, upaya pelibatan pihak swasta diharapkan memperkaya akses bacaan di tingkat dasar, yang menjadi fondasi pembelajaran lanjutan.
Penambahan 90 buku: ragam tema untuk anak
Dalam kegiatan peninjauan tersebut, MORAZEN Yogyakarta menambahkan 90 eksemplar buku yang menyasar murid sekolah dasar. Koleksi baru itu mencakup beberapa jenis bacaan yang ditujukan untuk menumbuhkan minat baca dan memperluas cakrawala pengetahuan anak.
- Pengetahuan umum
- Cerita anak
- Ensiklopedia mini
- Komik edukatif
Tambahan buku diharapkan memberi variasi bacaan sehingga Sudut Baca dapat dimanfaatkan secara lebih optimal oleh siswa sebagai bagian dari kegiatan belajar sehari-hari di sekolah.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Jumlah buku baru | 90 eksemplar |
| Lokasi | SDN 1 Temon Wetan, Kulon Progo (DI Yogyakarta) |
| Program | ESG MORA Impact |
Respons sekolah dan tujuan program
General Manager MORAZEN Yogyakarta, David Priambowo, menyatakan bahwa kegiatan peninjauan penting untuk memastikan Sudut Baca berfungsi sesuai tujuan awal, yakni mendukung kegiatan literasi siswa. Ia menyampaikan bahwa penambahan koleksi dipilih dengan mempertimbangkan relevansi dan usia pembaca.
"Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk melihat bagaimana Sudut Baca dimanfaatkan oleh siswa sekaligus mengidentifikasi kebutuhan koleksi yang dapat mendukung kegiatan literasi mereka. Melalui penambahan 90 buku dengan tema yang beragam dan sesuai usia, kami berharap semakin banyak siswa yang tertarik membaca dan memanfaatkan Sudut Baca sebagai bagian dari kegiatan belajar mereka,"
Kepala SDN 1 Temon Wetan, Eni Yuliarti, S. Pd., menyatakan apresiasi atas dukungan tersebut dan menilai tambahan buku memberi pilihan bacaan yang lebih luas bagi siswa. Menurutnya, kelengkapan koleksi menjadi salah satu faktor yang mendorong kebiasaan membaca sejak usia dini.
Implikasi lokal dan keberlanjutan
Bagi masyarakat Yogyakarta, khususnya di Kulon Progo, inisiatif dari MORAZEN Yogyakarta ini memberi contoh kolaborasi antara institusi swasta dan sekolah dalam memperkuat ekosistem literasi. Peninjauan berkala dan penambahan buku menandai pendekatan yang berfokus pada pemanfaatan jangka panjang, bukan sekadar bantuan sekali berikan.
Keberlanjutan program akan bergantung pada pemeliharaan fasilitas, keterlibatan tenaga pendidik dalam mengintegrasikan bacaan ke dalam kegiatan pembelajaran, serta respons komunitas sekolah dalam memelihara budaya membaca. Dengan dukungan seperti ini, Sudut Baca diharapkan menjadi ruang yang hidup—tempat anak-anak Yogyakarta menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap bacaan sejak awal.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan MORAZEN Yogyakarta menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah, melainkan juga dapat diperkuat melalui kontribusi sektor swasta yang terarah.