Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memuji komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan prestasi olahraga nasional melalui dukungan anggaran jangka panjang untuk pusat pemusatan latihan nasional (pelatnas). Pernyataan itu disampaikan Erick di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat persiapan menghadapi berbagai kejuaraan internasional, termasuk Olimpiade dan Asian Games.
Anggaran pelatnas meningkat tajam
Menurut Erick, dukungan anggaran multiyears menjadi fondasi penting agar program pembinaan atlet berjalan berkelanjutan. Ia menyatakan, alokasi untuk pelatnas mengalami peningkatan signifikan setelah proses penataan anggaran. Berikut rangkuman perubahan alokasi yang disampaikan:
| Tahapan | Anggaran (Rp) |
|---|---|
| Sebelum penyisiran | Rp81 miliar |
| Setelah penyisiran | Rp127 miliar |
| Tambahan pemerintah | Rp95 miliar |
| Total anggaran pelatnas | Rp222 miliar |
Erick juga menggarisbawahi bahwa jumlah tersebut khusus diperuntukkan program pelatnas dan belum mencakup biaya pengiriman kontingen ke Asian Games 2026. Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp61 miliar untuk kebutuhan pengiriman kontingen ke ajang tersebut.
Agenda jangka panjang dan akuntabilitas
Menpora menekankan bahwa pembinaan prestasi tidak dapat diupayakan secara instan, melainkan membutuhkan perencanaan berjangka. Ia mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan dukungan anggaran dengan transparan dan bertanggung jawab. Erick juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas dukungan terhadap arahan presiden soal kesinambungan pendanaan pelatnas.
“Kami senang diskusi yang dilakukan bersama Presiden di Hambalang mengenai membangun olahraga harus didukung dengan anggaran multiyears pelatnas. Persiapan atlet itu harus tahunan, bahkan untuk Olimpiade 2032 mestinya harus dilakukan hari ini. Negara lain sudah melakukan,”
Selain itu, Erick memperingatkan adanya pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan dana. Ia meminta agar pelaporan dan mekanisme akuntabilitas dijalankan ketat, termasuk langkah pelaporan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) jika ditemukan penyimpangan. Pernyataan ini menegaskan fokus pemerintahan pada aspek pemberian dukungan sekaligus pengawasan penggunaan anggaran olahraga.
Konsekuensi terhadap program pembinaan dan target jangka panjang
Peningkatan anggaran pelatnas diharapkan memberi ruang bagi federasi dan pelatih untuk menyusun program latihan tahunan yang berkesinambungan, meningkatkan fasilitas, serta memperkuat program sport science. Erick menyinggung pula perlunya memulai persiapan sejak dini untuk target besar seperti Olimpiade 2032, yang memerlukan kontinuitas program dan perencanaan multiyears agar hasil jangka panjang dapat dicapai.
- Fokus: pembinaan jangka panjang dan penguatan pelatnas.
- Sasaran: persiapan Olimpiade 2028, Asian Games 2026, dan target jangka panjang Olimpiade 2032.
- Prinsip: dukungan anggaran disertai mekanisme transparansi dan pengawasan.
Pengumuman ini menjadi titik penting kebijakan olahraga nasional karena menandakan adanya alokasi dana yang lebih jelas dan berkelanjutan dari pemerintah pusat. Realisasi dan pengelolaan anggaran tersebut akan menentukan efektivitas program pembinaan serta kesiapan atlet Indonesia pada kompetisi internasional mendatang.
Penutup: Dengan dukungan anggaran yang meningkat dan penegasan komitmen presiden, pemerintah menempatkan pembinaan atlet sebagai prioritas strategis. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengelolaan dana berlangsung transparan dan program pelatnas mampu menerjemahkan dukungan itu menjadi prestasi di panggung internasional.