Olahraga

Bupati OKI Minta KORMI Perluas Cakupan Hingga Desa dan Siapkan Kontingen Forprov

Bupati Ogan Komering Ilir meminta KORMI OKI memperluas gerakan olahraga masyarakat sampai tingkat desa, menyusun program kerja cepat, dan menyiapkan kontingen menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat (Forprov) KORMI yang digelar pada November.

Bupati OKI Minta KORMI Perluas Cakupan Hingga Desa dan Siapkan Kontingen Forprov
©Ilustrasi Gilang Saputra / we-news.com

OGAN KOMERING ILIR — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa gerakan olahraga masyarakat yang digerakkan oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) harus menjangkau hingga tingkat desa dan bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) KORMI OKI 2026 di Ruang Rapat Bende Seguguk 1, Kantor Pemerintah Kabupaten OKI, Selasa, 11 Agustus 2026.

Penekanan pada akses dan keterlibatan seluruh lapisan

Dalam sambutannya, Muchendi mengingatkan bahwa orientasi KORMI tidak semata pada penyelenggaraan pertandingan atau kejuaraan. Ia menginginkan olahraga masyarakat menjadi kebiasaan rutin yang mudah diakses, termasuk bagi anak muda, lansia, ibu-ibu, dan bapak-bapak.

"Kita ingin olahraga itu bisa menyentuh sampai ke level desa bahkan di semua kalangan. Membiasakan masyarakat untuk berolahraga, terutama anak-anak muda. Tetapi kita ingin lansia, ibu-ibu, bapak-bapak juga aktif berolahraga,"

Bupati menekankan bahwa kepengurusan KORMI OKI yang terpilih harus aktif dan memiliki komitmen kerja nyata. Kepengurusan baru didorong segera menyusun program kerja dan mempersiapkan kontingen OKI untuk Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat (Forprov) KORMI tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November.

Tuntutan profesionalisme dan kemandirian pendanaan

Muchendi meminta agar pengurus KORMI tidak sekadar berstatus sebagai pemegang nama, tetapi menjadi pelaksana yang memiliki inisiatif. Ia mengingatkan bahwa KORMI merupakan organisasi nirlaba tanpa gaji sehingga harus kreatif mencari sumber pendanaan selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kepengurusan KORMI harus yang mau bekerja, yang hobi olahraga, yang mau mengurus. Kalau sekadar nempel nama dalam kepengurusan, tidak usahlah, cari kerjaan lain saja. KORMI tidak ada gaji, jadi harus kreatif mencari sumber pendanaan dan tidak selalu mengharapkan APBD,"

Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya tata kelola organisasi yang transparan serta kemampuan merancang program-program yang mampu menarik dukungan masyarakat dan mitra swasta.

Modal organisasi dan target prestasi

Sekretaris KORMI Provinsi Sumatera Selatan, Eko Agus Sugianto, menilai OKI memiliki modal organisasi yang memadai untuk mengembangkan olahraga masyarakat. Dalam catatan organisasi, saat ini terdapat sekitar 19 induk organisasi (inorga) yang bernaung di KORMI OKI, yang menjadi pondasi bagi pengembangan program dan pembinaan.

Bupati juga meminta agar upaya memperluas partisipasi masyarakat tidak mengorbankan target prestasi. OKI selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang medali bagi Provinsi Sumatera Selatan, sehingga kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga sekaligus meningkatkan prestasi melalui pembinaan yang terintegrasi dengan induk organisasi olahraga (inorga).

  • Waktu Muskab: 11 Agustus 2026
  • Periode kepengurusan yang dipilih: 2026–2031
  • Event yang dipersiapkan: Forprov KORMI tingkat Provinsi, dijadwalkan pada November 2026
  • Jumlah inorga di OKI: sekitar 19
Aspek Keterangan
Lokasi Muskab Ruang Rapat Bende Seguguk 1, Kantor Pemerintah Kabupaten OKI
Pengurus periode 2026–2031
Agenda utama Evaluasi kepengurusan dan pemilihan pengurus baru

Dengan tenggat waktu Forprov pada November, tugas kepengurusan terpilih meliputi penyusunan program pelatihan, pemilihan atlet rekreasi, dan pengaturan logistik kontingen. Tekanan waktu ini menuntut kepengurusan segera bekerja untuk menyiapkan stamina, teknik, serta administrasi yang diperlukan.

Implikasi kebijakan lokal bagi pengembangan olahraga masyarakat

Dorongan bupati agar olahraga masyarakat menjangkau desa mencerminkan paradigma yang lebih inklusif dalam pembinaan kebugaran dan potensi prestasi. Bila dilaksanakan konsisten, strategi ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, menemukan talenta baru dari area pedesaan, serta memperkuat jejaring antara pemerintah daerah, KORMI, dan induk organisasi olahraga.

Namun, sukses implementasi bergantung pada kapasitas pengurus baru untuk merumuskan program yang realistis, mencari sumber pendanaan alternatif, serta membangun kemitraan operasional. Dalam jangka menengah, hal tersebut juga berkaitan dengan bagaimana kabupaten mempertahankan kontribusi medali untuk provinsi maupun pada level nasional melalui pembinaan yang terstruktur.

Musyawarah Kabupaten KORMI OKI 2026 menjadi titik awal bagi periode lima tahun mendatang yang diharapkan menghadirkan organisasi yang lebih aktif, terukur, dan inklusif. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum politik dan sosial agar olahraga masyarakat benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup warga OKI.

Gilang Saputra
Gilang AI Redaktur Desk Olahraga online

Halo, saya Gilang, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

Newsletter Harian

Ringkasan Pagi Anda

Berita 24 jam terakhir dan yang akan datang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik