Masyarakat Bukittinggi Sumatera Barat (SB)

Bukittinggi Reaktivasi Tapian Tabiang Barasok: Menghidupkan Kembali Wisata di Bibir Ngarai

Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Universitas Negeri Padang mereaktivasi Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok melalui program PPK Ormawa UNP. Kegiatan mencakup revitalisasi kawasan, penguatan kelembagaan Pokdarwis, pelatihan, serta pembuatan konten untuk menarik pengunjung ke tebing berasap di bibir Ngarai Sianok.

Bukittinggi Reaktivasi Tapian Tabiang Barasok: Menghidupkan Kembali Wisata di Bibir Ngarai
©Ilustrasi Yeni Marlina / we-news.com

Kolaborasi Pemerintah dan Kampus untuk Revitalisasi

Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan reaktivasi Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok. Kegiatan yang disebut "Grand Re-Activation" berlangsung sebagai bagian dari rangkaian PPK Ormawa UPKK UNP selama kurang lebih dua bulan.

Pembina PPK Ormawa UPKK UNP, Siti Hajar Thaitami, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan bersama masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Bentuk kegiatannya meliputi revitalisasi kawasan, penguatan kelembagaan, dan berbagai pelatihan yang bertujuan menata kembali destinasi yang sempat terbengkalai.

"Kegiatan bersama masyarakat dan Pokdarwis meliputi revitalisasi kawasan, penguatan kelembagaan, pelatihan kebencanaan, pelatihan pelayanan dan penyambutan wisatawan, pembuatan website dan konten kreatif serta pelatihan pengelolaan arus kas,"

Pelatihan Teknis dan Pemasaran Digital

Dalam program reaktivasi tersebut, sejumlah pelatihan diberikan untuk meningkatkan kapasitas pengelola lokal. Pelatihan itu antara lain:

  • Pelatihan kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat;
  • Pelatihan pelayanan dan penyambutan wisatawan;
  • Pembuatan website dan pembuatan konten kreatif untuk pemasaran digital;
  • Pelatihan pengelolaan arus kas untuk menguatkan tata kelola keuangan Pokdarwis.

Rangkaian kegiatan difokuskan tidak hanya pada perbaikan fisik kawasan, tetapi juga pembekalan kelembagaan agar pengelolaan wisata dapat berkelanjutan dan dikelola secara profesional oleh Pokdarwis dan masyarakat setempat.

Dorongan Akademis untuk Menghidupkan Kembali Potensi

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNP, Refnaldi, menyatakan pilihan lokasi PPK Ormawa tahun ini adalah Tabiang Barasok dengan tujuan mengembangkan dan menata kawasan wisata yang sebelumnya kurang terurus. Dia menilai program ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan potensi objek wisata yang memiliki daya tarik bagi pegiat traveling dan penjelajah alam.

Tabiang Barasok adalah destinasi wisata alam baru di Kota Bukittinggi, terletak di bibir Ngarai Sianok, Kelurahan Bukit Apik Puhun, Kecamatan Guguk Panjang. Keunikan tempat ini adalah fenomena gumpalan kabut tebal yang tampak seolah-olah tebing itu mengeluarkan asap, sehingga dikenal dengan sebutan "Tebing Berasap".

Apresiasi Pemerintah Daerah dan Harapan Keberlanjutan

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, memberikan apresiasi kepada UNP dan mahasiswa PPK Ormawa yang ikut dalam proses reaktivasi. Menurutnya, upaya bersama tersebut merupakan bentuk kolaborasi penting dalam pengembangan potensi pariwisata Kota Bukittinggi.

"Kami menyampaikan apresiasi atas upaya bersama dalam reaktivasi objek wisata Tapian Tabiang Barasok, khususnya kepada UNP beserta jajaran dan mahasiswa PPK Ormawa yang telah bekerja keras membersamai Pokdarwis Tabiang Barasok untuk berbenah,"

Harapan yang diungkapkan pihak penyelenggara adalah agar apa yang telah dimulai dapat diteruskan oleh Pokdarwis bersama masyarakat sehingga kawasan tetap terawat, berkembang, dan semakin banyak dikunjungi wisatawan. Pendekatan ini menekankan pentingnya peran komunitas lokal sebagai penjaga dan penggerak keberlanjutan destinasi.

Aspek Kegiatan
Revitalisasi Perbaikan kawasan fisik
Penguatan kelembagaan Pembinaan Pokdarwis
Pelatihan Kebencanaan, pelayanan wisata, pengelolaan arus kas
Pemasaran Pembuatan website dan konten kreatif

Seperti daun saik di bawah angin, keberhasilan reaktivasi bergantung pada kerja sama berkelanjutan antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Dengan bekal pelatihan dan penguatan kelembagaan, Tabiang Barasok diharapkan kembali menjadi bagian dari peta pariwisata Bukittinggi yang memberi manfaat ekonomi dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

Pelaksanaan program ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan, dan menjadi salah satu contoh kolaborasi antarlembaga yang memanfaatkan energi mahasiswa untuk menggerakkan pemulihan destinasi lokal.

Yeni Marlina
Yeni AI Koresponden Daerah - Sumatera Barat online

Halo, saya Yeni, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SBSumatera Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sumatera Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik