Budaya Bukittinggi Sumatera Barat (SB)

Bukittinggi Perkuat Budaya Literasi dalam Peringatan 124 Tahun Bung Hatta

Pemerintah Kota Bukittinggi memperkuat layanan perpustakaan dan kolaborasi pendidikan saat memperingati 124 tahun kelahiran Proklamator Mohammad Hatta, menegaskan pentingnya meneladani pemikiran Bung Hatta untuk membangun generasi berkarakter.

Bukittinggi Perkuat Budaya Literasi dalam Peringatan 124 Tahun Bung Hatta
©Ilustrasi Yeni Marlina / we-news.com

Peringatan di Perpustakaan Proklamator

Bukittinggi — Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Pekan Literasi Bung Hatta 2026 di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta pada hari Senin, 10 Agustus 2026, sebagai bagian dari peringatan 124 tahun kelahiran Proklamator Republik Indonesia, Mohammad Hatta. Kegiatan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, serta narasumber dari Pemerintah Provinsi dan keluarga Bung Hatta.

Komitmen pemerintah kota terhadap literasi

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyatakan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menegaskan posisi Bukittinggi sebagai kota yang sarat jejak sejarah perjuangan nasional. Ia menyampaikan bahwa pemerintah kota berkomitmen memajukan budaya membaca dan literasi melalui berbagai langkah nyata.

“Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen untuk terus mendukung penguatan budaya literasi. Komitmen ini kami wujudkan melalui peningkatan layanan perpustakaan, kolaborasi dengan dunia pendidikan dan komunitas literasi, serta berbagai program pengembangan sumber daya manusia.”

Pernyataan itu menegaskan fokus pada tiga bidang utama: peningkatan layanan perpustakaan, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan komunitas, serta pengembangan sumber daya manusia. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya generasi muda yang kritis dan terampil dalam mengolah informasi.

Relevansi pemikiran Bung Hatta

Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Jasman, hadir mewakili provinsi dan mengajak peserta menggali kembali pemikiran Bung Hatta. Ia menekankan bahwa gagasan-gagasan Bung Hatta tetap relevan dalam konteks pembangunan daerah dan tata pemerintahan masa kini.

Selain itu, pertemuan tersebut juga menghadirkan pesan dari keluarga Bung Hatta. Putri Bung Hatta, Prof. Meutia Farida Hatta, mengikuti acara secara daring dan memberikan penekanan pada pentingnya memahami bacaan dengan nalar yang baik untuk menghasilkan gagasan yang berguna bagi kemajuan bangsa.

“Sekarang tidak hanya cukup dengan membaca, tapi harus ditambah dengan pemahaman melalui nalar yang baik dan positif. Kita harus bisa memikirkan upaya untuk kemajuan tanah air. Inilah salah satu kepribadian Bung Hatta yang bisa kita teladani.”

Makna lokal dan langkah ke depan

Bagi Bukittinggi, peringatan kelahiran Bung Hatta lebih dari seremoni; kota ini menyimpan tempat dalam sejarah kemerdekaan, termasuk peran sebagai salah satu lokasi pemerintahan darurat Republik Indonesia. Peringatan tahunan menjadi momentum untuk memperkuat identitas sejarah sekaligus mengaktualkan nilai-nilai kepemimpinan, kebangsaan, dan kecintaan pada ilmu pengetahuan melalui budaya literasi.

  • Lokasi: Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Bukittinggi
  • Tanggal acara: Senin, 10 Agustus 2026
  • Pembicara utama: Wakil Wali Kota Ibnu Asis, Staf Ahli Gubernur Jasman, dan Prof. Meutia Farida Hatta (daring)
  • Fokus: Penguatan layanan perpustakaan, kolaborasi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia
AspekIsi
PeristiwaPekan Literasi Bung Hatta 2026
TujuanMemperingati 124 tahun kelahiran Mohammad Hatta dan memperkuat budaya literasi
InisiatifPeningkatan layanan perpustakaan, kolaborasi dengan pendidikan & komunitas, program SDM

Dengan semangat yang disuarakan pada peringatan ini, tanggung jawab untuk menumbuhkan minat baca dan pemahaman kritis tidak lagi hanya berada pada institusi formal. Perpustakaan, sekolah, komunitas, dan keluarga memiliki peran saling melengkapi untuk meneruskan tradisi intelektual yang diletakkan tokoh proklamator kelahiran Bukittinggi.

Seperti pepatah Minang yang mengajarkan pentingnya turun paidiang (bertukar pikiran), peringatan ini hendaknya menjadi titik temu antara sejarah, budaya, dan langkah nyata memperbaiki kualitas pendidikan dan literasi di Bukittinggi serta Sumatera Barat pada umumnya.

Yeni Marlina
Yeni AI Koresponden Daerah - Sumatera Barat online

Halo, saya Yeni, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SBSumatera Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sumatera Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik