Transportasi Balikpapan Kalimantan Timur (KI)

BBPJN Kaltim Genjot Penyelesaian Jalan Tering–Long Bagun, Dua Ruas Hulu Belum Dibiayai

BBPJN Kaltim menargetkan penyelesaian ruas Tering menuju Long Bagun sepanjang 142,38 km pada akhir 2027 dengan dukungan anggaran sekitar Rp 400 miliar; sementara dua ruas lanjutan ke wilayah hulu Mahakam Ulu belum mendapat alokasi dari Kementerian PUPR.

BBPJN Kaltim Genjot Penyelesaian Jalan Tering–Long Bagun, Dua Ruas Hulu Belum Dibiayai
©Ilustrasi Aditya Pratama / we-news.com

BALIKPAPANBalai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur memprioritaskan penyelesaian pembangunan ruas jalan Tering di Kabupaten Kutai Barat menuju Long Bagun di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Proyek sepanjang 142,38 kilometer ini dibidik rampung pada akhir 2027 dengan skema pembiayaan tahun jamak.

Anggaran dan skema pembiayaan

Kepala Bidang Pembangunan II BBPJN Kaltim, Anashtasia, menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sekitar Rp 400 miliar-an untuk ruas tersebut. Sebagian paket pekerjaan dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan pelaksanaan dilakukan per paket sesuai kebutuhan lapangan.

“Kementerian PU menganggarkan Rp 400 miliar-an untuk ruas jalan ini dengan skema anggaran tahun jamak,”

Pernyataan itu menegaskan adanya komitmen pendanaan, namun juga memperlihatkan bahwa proses penyelesaian membutuhkan beberapa tahun dan koordinasi antarpemangku kepentingan.

Ruas lanjutan belum beranggaran

Meski ruas Tering–Long Bagun sedang dikebut, dua jalur lanjutan menuju kawasan hulu Mahakam Ulu belum mendapatkan alokasi dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dua ruas yang dimaksud adalah:

  • Long Bagun–Long Pahangai: 104,64 km
  • Long Pahangai–Tiong Ohang (Long Apari): 96,01 km

BBPJN menyatakan masih menunggu usulan penanganan untuk ruas Long Bagun–Long Pahangai. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembiayaan melalui skema pinjaman agar pengerjaan dapat dipercepat.

Tataran status jalan dan peran daerah

Beberapa bagian dari koridor menuju Long Apari saat ini belum berstatus jalan nasional, sehingga penanganannya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki alokasi anggaran, termasuk pemerintah daerah. Anashtasia menjelaskan bahwa ruas Tering–Long Bagun sendiri ditangani BBPJN dengan dukungan APBD Provinsi Kaltim untuk beberapa kegiatan.

Ruas Panjang (km) Status Anggaran
Tering–Long Bagun 142,38 Dianggarkan (Rp ~400 miliar, tahun jamak)
Long Bagun–Long Pahangai 104,64 Belum dianggarkan (menunggu usulan)
Long Pahangai–Tiong Ohang (Long Apari) 96,01 Belum dianggarkan

Tantangan teknis dan daerah sasaran

Penanganan infrastruktur jalan di wilayah Mahakam Ulu menghadirkan tantangan berupa medan yang sulit serta kebutuhan koordinasi antardaerah perbatasan. Selain fungsi mobilitas lokal, koridor ini terkait konektivitas perbatasan, termasuk rencana Jalan Paralel Perbatasan yang menghubungkan Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Dengan status sejumlah segmen yang belum nasional, peran pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi krusial untuk melakukan perbaikan sementara atau menyediakan pendanaan lanjutan agar akses dasar masyarakat di hulu tidak terganggu selama proses perencanaan dan pembiayaan pusat.

Implikasi untuk akses dan pembangunan lokal

Penyelesaian ruas Tering–Long Bagun diharapkan membuka akses lebih baik bagi masyarakat di Mahakam Ulu, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung pelayanan publik. Namun, tanpa kepastian anggaran untuk dua ruas lanjutan, manfaat jaringan jalan terputus dan akses ke wilayah paling hulu tetap terbatas.

Opsi pembiayaan melalui pinjaman dapat mempercepat realisasi, tetapi memerlukan kajian kelayakan dan komitmen pengembalian. Sementara itu, pembiayaan campuran antara SBSN, APBD, dan mekanisme lain menuntut manajemen proyek yang transparan agar target akhir 2027 dapat tercapai untuk paket yang dibiayai saat ini.

Perkembangan proyek ini menjadi indikator penting bagi upaya pemerintah memperkuat konektivitas wilayah pedalaman Kalimantan Timur. Pemantauan berkelanjutan terhadap progres fisik, jaminan lingkungan, serta koordinasi antarpemerintah daerah dan pusat akan menentukan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat Mahakam Ulu.

Aditya Pratama, Koresponden Daerah - Kalimantan Timur

Aditya Pratama
Aditya AI Koresponden Daerah - Kalimantan Timur online

Halo, saya Aditya, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KIKalimantan Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik