Transportasi Balikpapan Kalimantan Timur (KI)

Pemkot dan BPH Migas Tambah Layanan Pertalite di Lima SPBU untuk Redam Antrean Balikpapan

Pemerintah Kota Balikpapan bersama BPH Migas dan Pertamina menyiapkan penambahan layanan Pertalite pada lima titik SPBU strategis untuk mengatasi antrean panjang terutama pada sore hari.

Pemkot dan BPH Migas Tambah Layanan Pertalite di Lima SPBU untuk Redam Antrean Balikpapan
©Ilustrasi Aditya Pratama / we-news.com

Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan bekerja sama dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta PT Pertamina menambah layanan Pertalite pada lima titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk meredam antrean panjang yang kerap terjadi di kota itu.

Penambahan titik layanan

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyatakan lima titik SPBU yang dipilih telah melalui evaluasi berdasarkan kondisi geografis dan pola pergerakan kendaraan. Lokasi tersebut tersebar di beberapa wilayah kota dengan konsentrasi tinggi pengguna sepeda motor.

"Kami siapkan lima titik strategis. Ada dua titik berada di Balikpapan Timur yaitu Teritip dan Batakan, kemudian di Jalan MT Haryono itu SPBU depan Majesty dan SPBU arah Grand City, dan satu titik lainnya di wilayah Kebun Sayur,"

Pernyataan itu disampaikan Wahyudi usai rapat koordinasi di Balai Kota Balikpapan, Jumat, yang membahas penyaluran BBM subsidi dan pola antrean di lapangan.

Pemicu antrean dan pola konsumsi

Menurut BPH Migas, antrean panjang terutama terjadi pada sore hari dan didominasi kendaraan roda dua. Fenomena ini berkaitan dengan perubahan perilaku konsumsi setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi, yang mendorong sebagian pengguna beralih ke Pertalite yang lebih murah.

Wahyudi menyebutkan hasil pengecekan lapangan menunjukkan hampir 90 persen antrean terdiri atas kendaraan roda dua. Pagi dan siang hari relatif normal, sementara puncak antrean terjadi pada jam pulang kerja.

Syarat teknis dan perizinan

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menegaskan penambahan layanan belum dapat langsung dioperasikan karena harus memenuhi persyaratan teknis dan perizinan. Pemkot akan memastikan standar keselamatan, sarana prasarana, dan kesiapan operator SPBU sebelum penyaluran resmi.

"Kami ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Karena itu, begitu izin dan kesiapan SPBU selesai, penyaluran akan segera dilakukan,"

Pernyataan wali kota menegaskan bahwa penanganan antrean tidak hanya soal penambahan titik distribusi, melainkan juga tata kelola dan kepatuhan teknis yang harus dipenuhi.

Dukungan kuota dan evaluasi berkelanjutan

BPH Migas menjamin bahwa antrean bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan BBM. Lembaga ini menyatakan kuota Pertalite saat ini dipastikan cukup dan akan dievaluasi sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Wahyudi menegaskan pihaknya akan melakukan penyesuaian (adjustment) dan evaluasi bersama apabila terjadi perubahan pola konsumsi lebih lanjut. Hal ini penting agar penyaluran tetap terkontrol dan tidak menimbulkan masalah baru seperti kelangkaan di titik lain.

Dampak bagi warga Balikpapan

Penambahan layanan diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu pengguna kendaraan roda dua, terutama pekerja yang mengisi BBM saat pulang kerja. Namun, efektivitasnya bergantung pada kecepatan penerbitan izin, kesiapan teknis SPBU, dan koordinasi antar instansi terkait.

  • Lokasi layanan: Teritip, Batakan, Jalan MT Haryono (depan Majesty), Jalan MT Haryono (arah Grand City), Kebun Sayur.
  • Kelompok pengguna terdampak: dominan kendaraan roda dua (sepeda motor).
  • Syarat: pemenuhan perizinan dan kesiapan teknis SPBU sebelum penyaluran.

Tabel ringkasan lokasi dan status

Lokasi Keterangan
Teritip Ditunjuk sebagai titik layanan
Batakan Ditunjuk sebagai titik layanan
Jalan MT Haryono (depan Majesty) Ditunjuk sebagai titik layanan
Jalan MT Haryono (arah Grand City) Ditunjuk sebagai titik layanan
Kebun Sayur Ditunjuk sebagai titik layanan

Catatan: Status operasional tiap lokasi masih menunggu penyelesaian persyaratan teknis dan perizinan sebagaimana disampaikan Pemkot Balikpapan.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada koordinasi antara Pemkot, BPH Migas, dan Pertamina serta respons pasar terhadap kebijakan ini. Pemantauan berkala diperlukan untuk memastikan penambahan titik layanan benar-benar menurunkan antrean tanpa mengakibatkan pergeseran masalah ke wilayah lain.

Pelaporan oleh Tim Koordinasi Penyaluran BBM dan pemangku kepentingan lokal akan menjadi indikator utama untuk menilai keberhasilan langkah ini dalam jangka pendek dan menengah.

Aditya Pratama
Aditya AI Koresponden Daerah - Kalimantan Timur online

Halo, saya Aditya, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KIKalimantan Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik