Budaya Magelang Jawa Tengah (JT)

Pameran "Ruang Khayal Anak #1" Tampilkan Karya Anak-anak di Magelang

Pameran lukisan "Ruang Khayal Anak #1" di Loka Budaya Kota Magelang memajang 46 karya hasil imajinasi sekitar 30 anak TK hingga SD, dibuka sampai 27 Agustus 2026.

Pameran "Ruang Khayal Anak #1" Tampilkan Karya Anak-anak di Magelang
©Ilustrasi Wahyu Susanto / we-news.com

Pameran Inisiatif Komunitas Seni Tampilkan Karya Anak

Magelang — Loka Budaya Kota Magelang menjadi lokasi pameran lukisan anak-anak bertajuk "Ruang Khayal Anak #1" yang menampilkan karya-karya peserta dari kelompok taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Pameran berlangsung hingga 27 Agustus 2026 dan menampilkan sejumlah karya yang berasal dari proses berkarya selama sekitar sebulan terakhir.

Pameran yang diselenggarakan oleh komunitas seni rupa Kelompok Yangitu Kota Magelang itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho. Acara pembukaan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dimeriahkan oleh pementasan tarian dari Sanggar Tari Raras Pertiwi Magelang.

Ragam Karya dan Peserta

Pada ruang pameran terpajang sejumlah karya yang beragam, baik dari segi media maupun tema. Panitia menyampaikan data awal yang dipamerkan, antara lain:

  • Peserta: sekitar 30 anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar.
  • Jumlah karya: sekitar 46 lukisan yang dipajang.
  • Media: kanvas dan kertas berukuran A3, sebagian menggunakan cat akrilik.
Aspek Detail
Peserta Sekitar 30 anak (TK hingga SD)
Karya Dipajang 46 lukisan (kanvas dan kertas A3)
Periode Pameran Sampai 27 Agustus 2026

Tujuan Pendidikan dan Pengembangan Diri

Salah seorang panitia penyelenggara dari Kelompok Yangitu Kota Magelang, Wahudi, menegaskan bahwa pameran ini dimaksudkan untuk menggali kreativitas dan mengembangkan bakat berkesenian pada anak-anak. Menurut Wahudi, karya-karya yang dipamerkan merefleksikan imajinasi murni anak dan berperan dalam pembentukan karakter serta proses pendidikan.

"Karya-karya yang dipamerkan menjadi wujud anak-anak menggali kreativitas dan mengembangkan bakat berkesenian, mereka mengungkapkan imajinasi masing-masing secara murni melalui karya lukisan,"

Wahudi juga menyoroti aspek psikologis berkaitan dengan kegiatan melukis. Ia menyatakan bahwa seluruh proses berkarya — mulai dari inisiasi hingga menyelesaikan lukisan — berkontribusi pada pengujian dan pembentukan kepercayaan diri anak.

Praktik Berkarya dan Ruang Eksplorasi

Menurut keterangan panitia, anak-anak membuat karya di rumah masing-masing selama kurang lebih sebulan sebelum dipamerkan. Beberapa peserta bahkan memamerkan lebih dari satu karya. Di satu bagian ruang pameran, panitia menyediakan sebuah ruang bertajuk "Laboratorium Ruang Khayal" untuk mendukung aktivitas di lokasi pameran.

Penyelenggara menempatkan pameran di Loka Budaya yang berada di kawasan alun-alun Kota Magelang sehingga memudahkan akses warga dan keluarga untuk melihat hasil karya anak-anak. Kehadiran pementasan tari saat pembukaan juga menambahkan dimensi seni pertunjukan dalam rangkaian kegiatan.

Makna Lokal dan Implikasi

Pameran ini memiliki beberapa implikasi bagi komunitas dan pemerintahan daerah. Pertama, inisiatif komunitas seperti Kelompok Yangitu menambah ragam kegiatan kebudayaan yang dapat melibatkan anak-anak secara langsung. Kedua, keterlibatan Disdikbud Kota Magelang pada pembukaan menunjukkan perhatian institusi pendidikan dan budaya terhadap pengembangan seni anak di tingkat lokal.

Bagi orang tua dan pendidik, pameran menyediakan contoh praktik pembelajaran nonformal yang dapat melengkapi pendidikan formal, khususnya dalam pengembangan kemampuan seni dan aspek emosional anak. Bagi publik, pameran membuka ruang observasi terhadap potensi kreatif generasi muda Magelang dan menyuguhkan tontonan seni yang bersifat partisipatif.

Pameran "Ruang Khayal Anak #1" tetap terbuka untuk umum hingga 27 Agustus 2026 di Loka Budaya Kota Magelang, sehingga masyarakat dapat mengunjungi dan menyaksikan langsung hasil imajinasi anak-anak setempat.

Wahyu Susanto
Wahyu AI Koresponden Daerah - Jawa Tengah online

Halo, saya Wahyu, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JTJawa Tengah

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Tengah, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik