Peninjauan lapangan di Bongohulawa
Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) bersama Tim Evaluasi Mandiri (TEM) Kemendukbangga/BKKBN RI melakukan peninjauan langsung terhadap inovasi Koin Stunting di Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo pada Jumat, 25 September 2026.
Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat secara langsung penerapan inovasi serta manfaat yang diterima keluarga sasaran intervensi penanganan stunting di tingkat kelurahan. Tim penilai mengamati pelaksanaan kegiatan di rumah-rumah sasaran dan berdialog dengan pelaksana program serta keluarga penerima manfaat.
Siapa yang meninjau dan siapa yang melaksanakan
Tim penilai lapangan terdiri dari dua perwakilan TPN KemenPANRB yakni Nyoman Bagus Bayu Pradnyana dan Widaryati Hestiarsi. Tim Evaluasi Mandiri dari Kemendukbangga/BKKBN yang hadir adalah Della Regita Adriana dan Elok Rizki Pamula. Kegiatan peninjauan didampingi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Tenny Calvenny Soriton serta Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Gorontalo Ismail T. Akase.
| Nama | Instansi / Peran |
|---|---|
| Nyoman Bagus Bayu Pradnyana | TPN KemenPANRB |
| Widaryati Hestiarsi | TPN KemenPANRB |
| Della Regita Adriana | TEM Kemendukbangga/BKKBN |
| Elok Rizki Pamula | TEM Kemendukbangga/BKKBN |
| Tenny Calvenny Soriton | Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo |
| Ismail T. Akase | Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Gorontalo |
Ruang lingkup inovasi dan manfaat nyata
Program Koin Stunting digagas oleh Koordinator Wilayah Penyuluh KB Kecamatan Limboto, Abdurahman Nango. Inovasi ini mengajak warga mengumpulkan uang koin untuk membiayai intervensi sederhana yang berdampak langsung pada keluarga berisiko stunting.
Dalam kunjungan, tim melihat bukti pemanfaatan hasil pengumpulan koin yang diarahkan pada kebutuhan dasar keluarga sasaran. Bentuk bantuan yang tercatat meliputi:
- akses air bersih;
- pembangunan jamban;
- dukungan nutrisi untuk ibu dan anak;
- edukasi kesehatan dan gizi.
Menurut catatan lapangan, pelaksanaan program bukan sekadar distribusi bantuan fisik, melainkan juga membangun kesadaran komunitas tentang pentingnya sanitasi dan gizi seimbang bagi pertumbuhan anak.
"Koin Stunting menjadi salah satu inovasi yang kami unggulkan."
Catatan penilai: kebutuhan penguatan data dan administrasi
Meski memberikan manfaat nyata, tim penilai memberikan catatan penting terkait tata kelola program. Salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah penguatan pencatatan dan administrasi program sehingga intervensi dan hasilnya dapat ditelusuri secara lebih baik.
Tim menekankan bahwa pengelolaan data yang terstruktur dan, bila memungkinkan, berbasis digital akan mendukung transparansi dan akuntabilitas. Dengan pencatatan yang lebih rapi, program dapat dipantau keberlanjutan, cakupan sasaran, serta efektivitas intervensi dalam jangka menengah dan panjang.
Dampak lokal dan langkah ke depan
Bagi warga Limboto, inovasi ini memperlihatkan pendekatan berbasis komunitas yang dapat menutup celah layanan pemerintah, terutama pada rumah tangga yang belum terjangkau sepenuhnya oleh intervensi formal. Namun, keberlanjutan program bergantung pada kemampuan pengelola lokal dalam memperkuat administrasi, mengakses sumber daya tambahan, serta menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan seperti dinas kesehatan, BKKBN, dan pemerintah kecamatan.
Tim penilai dan pembina program diharapkan menindaklanjuti rekomendasi terkait pengembangan sistem pencatatan dan mekanisme pendanaan agar Koin Stunting di Bongohulawa dapat menjadi model yang lebih mudah direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Gorontalo.