Operasional IPA Terhenti Setelah Kebakaran Kabel
Kebakaran pada kabel power yang memasok energi ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Citayam menyebabkan terhentinya operasi pompa dan pengolahan air bersih, sehingga mengganggu distribusi air ke pelanggan Tirta Asasta di Kota Depok. Dampak teknis ini dilaporkan mengenai sekitar 30.000 pelanggan yang dilayani dari IPA tersebut.
Tindakan Darurat Tirta Asasta
Manajemen PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) segera melakukan langkah tanggap darurat. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga adalah dengan menerjunkan armada mobil tangki ke wilayah terdampak. Dalam penjelasan resmi perusahaan disebutkan bahwa belasan unit truk tangki dikerahkan untuk menyalurkan air bersih sementara ke permukiman pelanggan yang terdampak.
- Identifikasi dan pelokalan kerusakan kabel oleh tim teknik Tirta Asasta.
- Pengoperasian armada truk tangki untuk suplai air darurat.
- Estimasi waktu perbaikan dan normalisasi aliran disampaikan kepada publik.
"Saya Sudirman, Direktur Operasional PT Tirta Asasta Depok, menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas gangguan pelayanan yang terjadi pada masyarakat Kota Depok dan pelanggan Tirta Asasta Depok saat ini,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Operasional Tirta Asasta, Sudirman, melalui video yang diterima media lokal. Manajemen menegaskan kerja lapangan terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan.
Perkiraan Waktu Perbaikan dan Normalisasi
Berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, proses perbaikan pada jaringan kelistrikan yang terbakar diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Setelah perbaikan selesai, perusahaan memperkirakan aliran air akan kembali normal secara bertahap dalam rentang waktu sekitar enam jam berikutnya.
| Parameter | Perkiraan |
|---|---|
| Jumlah pelanggan terdampak | ~30.000 |
| Perbaikan kabel | ~3 jam |
| Waktu normalisasi aliran setelah perbaikan | ~6 jam |
| Mobil tangki darurat | Belasan unit |
Konsekuensi bagi Warga dan Upaya Mitigasi
Gangguan pasokan air pada skala besar berpotensi mengganggu aktivitas rumah tangga, kebersihan, dan usaha kecil yang bergantung pada air bersih. Untuk itu, upaya pengiriman air menggunakan truk tangki menjadi langkah prioritas sementara sambil proses perbaikan berlangsung. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Tirta Asasta terkait titik distribusi truk tangki dan jadwal pasokan.
Selain itu, penting bagi warga untuk melakukan penghematan penggunaan air selama masa gangguan untuk memastikan ketersediaan bagi kebutuhan primer, seperti minum, memasak, dan sanitasi dasar.
Imbauan dan Kewajiban Penyedia Layanan
Tirta Asasta sebagai penyedia layanan dipandang berkewajiban memberi informasi yang jelas dan update mengenai progres perbaikan, lokasi distribusi air darurat, serta estimasi waktu pemulihan penuh. Pihak perusahaan telah menyampaikan permintaan maaf resmi, namun masyarakat berhak memperoleh rincian lebih lanjut tentang penyebab kebakaran kabel dan tindakan preventif agar insiden serupa tidak terulang.
Sementara itu, pihak terkait di tingkat kota diharapkan ikut memantau distribusi darurat agar suplai air dapat tersalur merata, khususnya ke wilayah-wilayah padat penduduk yang dilayani oleh IPA Citayam.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi antar‑instansi dan kesiapsiagaan infrastruktur kritis yang menopang layanan dasar warga Depok. Kami akan melaporkan perkembangan perbaikan dan jadwal distribusi air tangki sesuai informasi resmi berikutnya.