Kota Bogor — Kebakaran melanda Pondok Pesantren Al Falakiyah Pagentongan yang berlokasi di Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Sabtu sore. Peristiwa ini mengakibatkan 56 santri terdampak, dengan 31 orang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit PMI Bogor dan sisanya ditangani di fasilitas kesehatan lain di kota.
Awal kejadian dan dugaan penyebab
Berdasarkan keterangan pihak pemadam kebakaran dan laporan di lokasi, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.40 WIB. Ada indikasi api muncul setelah seorang santri bermain api di area asrama. Api cepat membesar dan sempat dipadamkan secara swadaya oleh para santri sebelum petugas datang.
Penanganan medis dan kondisi korban
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan jumlah anak yang terdampak dan kondisi mereka saat menjenguk korban di RS PMI Bogor. Sebagian besar mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap, terutama karena material yang terbakar merupakan kasur busa berbahan spons sehingga menghasilkan asap pekat.
"Total ada 56 anak yang terdampak kebakaran. Mereka pada saat terjadi kebakaran berusaha memadamkan api,"
Menurut data yang disampaikan, dari 31 santri yang dirawat di RS PMI Bogor, lima orang mengalami luka bakar pada bagian jari. Santri lain memperoleh perawatan di Rumah Sakit Hermina, RS UMMI, RSUD Kota Bogor, serta beberapa puskesmas. Wali kota menyatakan bahwa kondisi anak-anak sedang dalam proses pemulihan, dengan perhatian khusus pada gangguan pernapasan.
| Aspek | Jumlah |
|---|---|
| Santri terdampak | 56 |
| Dirawat di RS PMI Bogor | 31 |
| Luka bakar (jari) | 5 |
Respons petugas dan durasi pemadaman
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, M. Ade Nugraha, menyebutkan bahwa setelah menerima laporan, petugas segera menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Waktu pemadaman tercatat singkat, namun proses pendinginan masih berlangsung setelah api berhasil dikendalikan.
- Api dilaporkan pertama kali muncul sekitar pukul 16.40 WIB.
- Api diduga berawal dari permainan api oleh seorang santri.
- Bahan yang terbakar (kasur busa/spons) menghasilkan asap pekat yang menyebabkan sesak napas pada banyak santri.
Impak lokal dan langkah selanjutnya
Kebakaran yang menimpa ponpes di kawasan padat pemukiman ini menyorot pentingnya pengawasan dan fasilitas keselamatan kebakaran di lembaga pendidikan keagamaan. Selain penanganan medis, pihak berwenang dan pengelola pesantren perlu mengevaluasi pengaturan asrama, bahan interior yang mudah terbakar, serta prosedur darurat agar insiden serupa tidak terulang.
Bagi warga sekitar, peristiwa ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan api, terutama di lingkungan berisi banyak anak. Untuk sementara, beberapa santri masih menjalani perawatan dan proses pemulihan, sedangkan pihak pemerintah kota beserta dinas terkait terus memantau kondisi korban serta membantu kebutuhan medis yang diperlukan.
Berita ini disusun berdasarkan keterangan resmi dari Wali Kota Bogor dan laporan petugas pemadam kebakaran. Perkembangan lebih lanjut akan kami laporkan apabila ada informasi tambahan dari pihak rumah sakit atau pengelola pondok pesantren.